Berita

Produk Kerajinan Sumedang Banyak Diadopsi Daerah Lain

SUMEDANG, (PR).- Wakil Bupati Sumedang Erwan Setiawan menyesalkan, banyak produk kerajinan asli Sumedang yang dipasarkan di luar kota, tidak berlabel Sumedang. Label tersebut dipasang oleh daerah yang memasarkannya, seperti Jakarta, Yogyakarta termasuk Bali.

“Saya sangat menyayangkan hal ini. Padahal, berbagai produk  kerajinan tersebut hasil kreativitas para perajin dari Kabupaten Sumedang,” kata Erwan Setiawan usai Pengukuhan Pengurus Dekranasda Kabupaten Sumedang periode 2018-2023, di Gedung Negara Pemkab Sumedang, Selasa, 6 November 2018.

Ia menyebutkan, berbagai produk kerajinan hasil para perajin dari Kabupaten Sumedang yang berlabel daerah lain, di antaranya adalah produk ukiran kayu berbentuk patung. Misalnya patung kayu wastu kencana, termasuk patung suku asmat.

“Patung suku asmat, memang berasal dari Papua. Akan tetapi, yang mengukir patungnya para perajin dari Sumedang. Sebetulnya, cukup banyak produk kerajinan kita yang berlabel daerah lain.  Termasuk produk kerajinan senapan angin dari Cipacing, Jatinangor,” ujar Erwan.

Untuk mengatasinya, kata dia, diharapkan Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional Daerah) Kabupaten Sumedang bersama Dinas Koperasi, UMKM dan Perindag serta Bagian Ekonomi Setda Kab. Sumedang, ke depan bisa segera membuat branding (pemerekan) berbagai produk kerajinan yang berasal dari Kabupaten Sumedang. Selain itu, secepatnya mendaftarkan berbagai produk kerajinan tersebut sehingga memiliki HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual).

“Dengan branding dan mendaftarkan HAKI, berbagai produk kerajinan kita tidak akan diakui oleh daerah lain. Sehingga, Sumedang tidak hanya terkenal sebagai kota tahu saja, melainkan juga sebagai kota para perajin,” ucapnya.

Wabup Erwan menambahkan, selain menyelamatkan produk kerajinan Sumedang diadopsi oleh daerah lain, para perajinnya juga harus diberdayakan dan disejahterakan. Salah satunya adalah dengan membantu pemasaran produk mereka.

“Dengan pengukuhan para pengurus Dekranasda Kab. Sumedang yang baru, mudah-mudahan bisa lebih memperhatikan keberlagsungan usaha para perajin. Diharapkan,  Dekranasda juga membantu pemasarannya. Misalnya, dengan mendirikan stand khusus di luar kota. Seperti halnya Bandung, Jakarta, Yogyakarta,  Bali dan daerah lainnya di Indonesia,” tuturnya.

Daftar HAKI

Menyinggung hal itu, Ketua Dekranasda Kab. Sumedang, Susi Gantini yang juga istri Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan,  Dekranasda Kab. Sumedang akan mengkaji dan membahas terlebih dahulu permasalahan tersebut.  “Untuk ke depannya, kami akan mendaftarkan HAKI berbagai produk kerajinan Kab. Sumedang. Dengan HAKI, kami bisa menunjukan bahwa produk kerajinan itu hasil para perajin Sumedang,” ujarnya.

Dekranasda pun, lanjut dia,  akan membantu pemasaran produk. Misalnya, dengan membantu mempromosikannya bekerjasama dengan Dinas Koperasi, UMKM dan Perindag serta Bagian Ekonomi Setda Kab. Sumedang.

“Untuk  promosi tahap awal, kami akan menyelenggarakan pameran lokal di Sumedang. Nah nanti, diperluas ke luar kota. Kami juga akan meminta bantuan dari seluruh stakeholders untuk membantu pemasaran produk kerajinan. Termasuk ikut berpatisipasi dalam, berbagai program pemasaran dari pemerintah pusat dan provinsi,” kata Susi.***