Berita publikasi kinerja

Bappenda Bahas Rencana Pemulihan PAD dari Sektor Pajak di Masa Pandemi Covid-19

BAPPENDA – Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Sumedang, kini mulai membahas rencana aksi yang bakal dilakukan dalam rangka pemulihan pendapatan di masa pandemi Covid-19.
Karena seperti diketahui, selama wabah Covid-19 masuk ke wilayah Kab. Sumedang, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak yang dikelola Bappenda hampir semuanya mengalami penurunan.
Guna memulihkan PAD dari sektor pajak tersebut, Bidang Pendataan dan Penilaian Bappenda Kab. Sumedang, kini mulai melakukan upaya sinergitas dengan lintas Struktur Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) yang berkaitan, salah satunya Bagian Hukum Setda, Dinas Penanaman Modal Pelayan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Menurut Kepala Bidang Pendataan dan Penilaian Bappenda Kab. Sumedang Rd. Ida Marlaida, selain untuk menjalin sinergitas dengan lintas SOPD, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya untuk pemulihan PAD di masa pandemi Covid-19.
Supaya target PAD tahun 2021 yang dibebankan ke Bappenda bisa tercapai. “Tujuan utama dari kegiatan rapat kemarin itu, tiada lain untuk menjalin sinergitas dengan lintas SOPD yang berkaitan dengan pendapatan. Sekaligus untuk membahas rencana pemulihan pendapatan di masa pandemi,” kata Ny. Ida, Kamis (18/3/2021).
Informasi yang disampaikan Ny. Ida ini, dipertegas pula oleh Plt Kepala Bappenda Kab. Sumedang, Rohana. Menurut Rohana, seiring telah mulai berjalannya aktivitas usaha di wilayah Kabupaten Sumedang, maka sejumlah objek pajak yang sebelumnya sempat tidak ditarik pajak karena alasan pandemi Covid-19 itu, sekarang akan kembali dikenai pajak.
“Saat ini aktivitas-aktivitas usaha seperti kafe, hotel, restoran dan sejumlah usaha lainnya kan sudah terlihat mulai berjalan. Walaupun waktu aktivitas usaha itu masih dibatasi, namun mereka tetap saja sudah ada penghasilan yang secara aturan dapat dikenai pajak,” kata Rohana.
Namun sebelum Bappenda melakukan aksi penarikan pajak, pihaknya sengaja berkoordinasi terlebih dahulu dengan lintas SOPD yang berkaitan dengan urusan pendapatan.
Supaya rencana aksi yang akan dilakukan Bappenda nanti, tidak berbenturan dengan aturan dan ketentuan yang berlaku.
“Rapat yang kami selenggarakan kemarin itu, dalam rangka menjalin sinergitas dengan lintas SOPD yang berkaitan dengan pendapatan. Sekaligus untuk membahas rencana pemulihan pendapatan di masa pandemi,” kata Rohana.
Melalui kegiatan sinergitas ini, lanjut Rohana, pihaknya selaku pengelola pendapatan, ingin meminta pendapat dan pandangan dari beberapa OPD terkait mengenai rencana penarikan pajak di masa pandemi.
Hasil dari pertemuan itu, semua perwakilan OPD yang hadir sepakat merekomendasi Bappenda untuk kembali melakukan penarikan pajak ke tempat-tempat usaha, selama tempat usaha bersangkutan mengantongi ijin usaha atau ijin komersil.
Karena faktanya, tempat-tempat usaha tersebut sekarang sudah terlihat mulai melakukan aktivitas usaha, sehingga layak untuk ditarik pajak.
“Sebagai contoh, selama masa pandemi ini tempat-tempat karaoke itu kan ditutup. Tapi di lokasi karaoke tersebut kan ada kafe dan tempat makan-makan, jadi sekarang kafe dan tempat-tempat makannya itu bisa kita tarik pajak” ujarnya.
Dengan dilakukannya upaya ini, diharapkan pendapatan dari sektor pajak-pajak usaha bisa kembali masuk menambah pendapatan kas daerah. (Bappenda Sumedang)*